Apa yang harus dipertimbangkan dalam memilih themes wordpress ?

Saat ini bisa kita jumpai begitu banyak pilihan template atau theme wordpress baik yang gratisan ataupun berbayar. Per hari ini di situs wordpress.org terdapat 2.864 pilihan tema, belum lagi dari website lain seperti CSS Author yang menawarkan 600 theme gratis dan mungkin masih banyak lagi website lainnya.  Sementara itu yang menawarkan versi berbayar pun sudah banyak, misalnya  themeforest.com yang per hari ini menyediakan 4,860 pilihan theme. Banyak pilihan tentu tidak selalu baik, memiliki banyak pilihan dapat menyebabkan “kelumpuhan analisis” dan perasaan kewalahan, karena bertambahnya usaha yang diperlukan untuk memilih dan juga meningkatnya tingkat ketidakpastian dalam membuat pilihan yang tepat alias bingung mau pilih yang mana.

Dalam tulisan kali ini, saya akan berbagi pengalaman mengenai apa saja yang saya percayai harus dipertimbangkan dalam memilih tema, sehingga Anda tahu persis apa yang harus diingat pada waktu berikutnya ketika Anda memilih dan menentukan theme untuk website yang akan dibangun.

Untuk memulai, mari kita menjawab salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan: Apakah layak membayar untuk tema WordPress, atau Anda cukup menggunakan yang gratis ?

1. Harga: Theme Gratis VS Berbayar (Premium)

Beberapa tahun yang lalu, harga themes adalah indikator kualitas sebuah tema. Tema gratis seringkali dicap tidak bagus struktur kodenya , dan lebih buruk lagi digunakan untuk menangkap data sensitif pengguna. Tapi zaman telah berubah, para pengembang dalam komunitas WordPress telah menciptakan ribuan tema gratis yang bisa kita gunakan dengan kualitas yang cukup baik.

Dengan demikian, tidak ada pemenang yang meyakinkan, tema berbayar tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Theme gratis dan premium masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang akan dijelaskan secara rinci di bawah ini.

Kelebihan Premium Theme

  • Lebih update
    Mungkin alasan yang paling kuat untuk memilih premium theme adalah bahwa premium theme pada umumnya lebih sering di update. Mengingat evolusi cepat dari  sistem manajemen konten (CMS) WordPress, sangatlah penting untuk memiliki tema yang secara teratur diperbarui untuk menambal masalah keamanan yang baru.
  • Desain kurang dikenali
    Menggunakan tema gratisan tentu lebih besar kemungkinannya bahwa tema tersebut digunakan oleh banyak website. Tidak demikian dengan Premium Theme yang tentu saja lebih sedikit kemungkinannya digunakan website lain. Tentu Anda tidak mau desain web Anda sama persis dengan web lain bukan? 
  • Dokumentasi yang lebih baik + Demo Content
    Kebanyakan Premium Theme menyediakan dokumentasi mengenai cara penggunaan dan memodifikasi tampilan secara rinci sekaligus menyediakan demo content yang akan mempermudah kita memahami cara kerja theme yang kita gunakan. Sementara itu tema gratisan cukup jarang menyediakan dokumentasi dan demo content.
  • Dukungan yang berkelanjutan
    Pengembang Premium Theme pada umumnya menawarkan dukungan teknis baik melalui forum publik, live chat dan sistem email ticketing. Tema gratisan biasanya hanya memberikan dukungan melalui forum publik.
  • Tidak ada atribusi link
    Banyak tema gratisan mensyaratkan kita untuk menampilkan link pembuat tema di bagian footer website. Sementara bila Anda menggunakan Premium Theme,  atribusi link ke pembuat tema tidak akan anda jumpai dan Anda bisa merubah link tersebut sesuai kebutuhan Anda.

Kekurangan Premium theme

  • Harga
    Untuk mendapatkan Premium Theme, anda harus berinvestasi di kisaran USD$ 50 sampai USD$ 200.
  • Konfigurasi Tema (Theme Configuration)
    Kebanyakan Premium Theme memiliki panel nya masing-masing untuk mengkonfigurasi tema sesuai kebutuhan. Kita harus mempelajari terlebih dahulu cara kerja tema tersebut dan tentu saja butuh waktu untuk mempelajarinya.
  • Fitur yang tidak diperlukan
    Kebanyakan Premium Theme menyediakan banyak fitur yang belum tentu kita butuhkan, seperti bermacam-macam plugin untuk slider mapun plugin lainnya yang akan menambah panjang deret menu dasbor di sebelah kiri.

2. Responsiveness

Sebagian besar riset menunjukkan bahwa rata-rata, sekitar 30% dari semua kunjungan situs saat ini berasal dari perangkat mobile dan tablet. Pastikan tema yang dipilih sudah responsive, artinya bisa diakses dengan baik di perangkat mobile tanpa harus scrolling ke kanan dan ke kiri. Cara mengujinya adalah dengan melihat demo tampilan nya di perangkat mobile, atau anda kecilkan browser sampai seukuran tampilan di perangkat mobile.

Responsive Design

Responsive Design

3. Sesuai Kebutuhan & Selera

Nah.. bagian ini yang mungkin agak sulit dijelaskan, bagaimana memilih tema yang sesuai dengan kebutuhan. Pada prinsipnya, sebelum Anda menentukan tema mana yang dipilih, tentu Anda harus mengetahui tujuan dari website yang akan dibangun dan tipe website seperti apakah yang akan dibangun, apakah website profil sebuah perusahaan ? ataukah website lembaga non profit ? ataukah website personal ? Selanjutnya adalah kemampuan untuk membayangkan apa saja isi website terutama di halaman depan, yang bisa saja diperoleh dari hasil riset dan diskusi dengan klien.

Setelah itu bicara selera sang pemilik website, hal ini bisa disiasati dengan menanyakan kepada sang pemilik/klien apa saja contoh-contoh website yang disukai dan nuansa warna yang diinginkan, apakah gelap/dark atau terang/light, bermain warna terang/mencolok atau warna pastel.

Setelah semua informasi terkumpul, barulah Anda pilih tema yang sesuai.

4. Mudah dimodifikasi

Bagian ini erat kaitannya dengan poin nomor 3, pilihlah tema yang dipilih mudah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan selera. Hal ini bisa dianalisis dari menu panel tema, yang pada umumnya akan memberikan banyak fitur, misalkan untuk mengubah logo, favicon, warna background, komposisi halaman depan dan lain sebagainya. Cara mengetahuinya bisa diperoleh dengan membaca fitur-fitur yang diberikan tema dan melihat screenshot tampilan dari panel tema yang ditawarkan. Umumnya Premium Theme menampilkan fitur-fitur temanya dengan lengkap dan jelas.

Contoh tampilan panel tema

Contoh tampilan panel tema

Pada akhirnya, pilihan ada di tangan Anda. Memilih tema akan sangat tergantung kebutuhan. Sekedar saran, untuk website yang tidak terlalu kompleks isinya sebaiknya gunakan tema gratisan yang responsif, misalkan tema gratis yang bernama “Responsive” yang demonya bisa dilihat di alamat http://cyberchimps.com/responsive-theme/ ataupun tema lain yang bisa Anda pilih sendiri di website wordpress.org maupun lainnya. Secara cepat, tema tersebut mungkin lebih cocok untuk website perusahaan. Lagi-lagi ini hanya contoh, sekedar menawarkan cara berfikir dalam memilih tema yang sesuai untuk website yang akan Anda bangun.

0 Likes
7497 Views

You may also like

1 Response Comment

  • mohd afri tangilolJune 26, 2016 at 5:45 am

    terima kasih atas perkongsian yang sangat bagus..saya rasa selain daripada ciri-ciri diatas,terdapat juga beberapa perkara yang kita harus pertimbangkan sebelum memilih theme wordpress seperti:
    (a) adakah theme tersebut responsif?
    (b) bagaimana dengan sistem khidmat pelanggan?
    (c) dan kelajuan theme tersebut loading(penting untuk seo)

    cara kita pilih theme wordpress sangat penting,terutama sekali jika anda baru mula blogging,kerana ini akan menunjukkan identiti dan autoriti anda sebagai blogger professional

    Reply

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.